Upacara dulu dan sekarang

Dari jaman SD sampai dengan SMA setiap hari senin dan hari kemerdekaan 17 Agustus pasti identik dengan kegiatan upacara. Dengan seragam putih-putih, dasi dan topi setiap siswa diwajibkan untuk upacara.

Selepas SMA tak ada lagi kegiatan semacam itu. Saya masuk perguruan tinggi swasta yg tidak mengadakan kegiatan upacara di lingkungan kampusnya. Jadi selama 4 tahun saya absen dari upacara.

Sekarang saya harus mulai membiasakan lagi dengan upacara. Ditempat saya bekerja setiap tanggal 17 Agustus selalu mengadakan upacara. Walau tidak setiap hari senin tapi kegiatan itu membawa beberapa kenangan masa lalu, masa-masa upacara.

Saya teringat teman saya yg jatuh langsung mencium beton lapangan upacara karena kepanasan terus pingsan atau mungkin belum sarapan, belum lagi topi atau dasi yg kelupaan, kabur dan ngumpet karena males ikut upacara, kebagian peran buat baca UUD, tiba-tiba dijewer dari belakang karena berdiri dengan sikap tak sempurna hingga yg paling mendebarkan tatkala temen-temen pengibar bendera gagal atau malah terbalik memasang bendera merah putih-nya.

Sekarang upacara tidak jauh berbeda dengan apa yg saya alami dulu. Hanya satu yg membuat perbedaan besar, saya tidak menaikan tangan kanan saya lagi untuk hormat kepada inspektur upacara dan tatkala sang saka merah putih dikibarkan.

Tanya kenapa ?

Tapi saya masih meneruskan kebiasaan saya mendoakan para pahlwan dalam mengheningkan cipta. Demi apa yg saya rasakan saat ini. Hidup bebas merdeka. Thanks.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.